--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Selasa, 27 Januari 2015

Pengertian Aqiqah dari segi bahasa

Filled under:

Aqiqah menurut bahasa artinya “rambut yang tumbuh di atas kepala bayi yang dibawanya waktu lahir.” Demikian pendapat ‘Ubaid, Ashmu’i dan Zamakhsyari.


Antara Lain pengertiannya secara bahasa dan Istilah adalah Sebagai Berikut :



Aqiqah menurut bahasa artinya `memotong’ . Pada asalnya ialah rambut yang terdapat pada kepala bayi ketika bayi tersebut keluar dari rahim ibunya, rambut itu dinamakan dengan aqiqah karena itu harus dipotong ( dicukur ).



Menurut Istilah aqiqah ialah Hewan yang disembelih karena bayi atau untuk bayi yang dilahirkan. Dinamakan sembelihan karena hewan aqiqah tersebut disembelih pada hari mencukur rambut kepala bayi itu.



Pengertian Aqiqah Menurut Syara`:



Menurut istilah hukum syara’ atau menurut Agama, aqiqah ialah “penyembelihan hewan tertentu untuk kepentingan anak, pada saat mencukur atau memotong rambutnya dan pemberian nama untuk anak itu.”



Aqiqah dalam pengertian syara` ialah binatang ternakan yang berkaki empat (bahimatul an`am) yang disembelih ketika hendak mencukur rambut kepala anak yang baru dilahirkan, disembelih pada hari ketujuh atau selepasnya.



Dalam bahasa Arab, kata bahimatul an’aam (binatang ternakan) adalah termasuk unta, lembu, kerbau,biri-biri,kibas dan kambing, bukan yang lain. [Al Jabari, 1994]



Sejarah dan Asal Usul Ibadah Aqiqah



Diriwayatkan oleh Buraidah bahawa ” Pada zaman Jahiliyyah, apabila kami mendapat seorang anak lelaki, maka kami menyembelih seekor kambing, maka kami mencukur kepala bayi tersebut, lalu kepalanya kami sapu dengan darah kambing yang disembelih itu”. Menurut riwayat Ibnu Sakan pula ” Orang-orang Jahiliyyah meletakkan kapas yang telah dicelup dengan darah aqiqah lalu kapas yang penuh dengan darah tersebut disapu ke ubun-ubun bayi yang baru saja dilahirkan itu.



Setelah datangnya Islam, perkara itu tidak dibenarkan oleh Rasullullah s.a.w. Baginda saw menyuruh menggantikannya dengan meletakkan haruman kasturi pada kepala bayi yang baru dilahirkan itu.