--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Rabu, 17 Mei 2017

haruskah kita aqiqah menurut islam yang diajarkan rasulullah

Filled under:

haruskah kita aqiqah menurut islam yang diajarkan rasulullah

ibadah aqiqah hukumnya sunah muakkad,atau sunah yang sangat dianjurkan.
meskipun hukumnya sunah namun Rsoulullah SAW sangat menganjurkannya.Dahulu syariat mengenai aqiqah ini di turunkan oleh Allah SWT pasca terangkatnya Muhammad SAW sebagai seorang utusan yaitu saat Beliau berumur 40 tahun.seketika itu Rosulullah SAW langsung mengerjakannya yaitu aqiqah untuk diri Rosul sendiri.kebetulan Rosulullah SAW saat itu sudah yatim piatu semenjak kecil.

secara syariat yang melaksanakan aqiqah adalah orang tua dari anak tersebut,sebagimana disabdakan oleh Nabi SAW :"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya,disembelihkan hewan aqiqah untuknya pada hari ke tujuh kelahirannya,dicukur rambutnya,diberi nama yang baik"

meskipun sebenarnya aqiqah adalah tanggung jawab orang tua,namun jika orang tua belum mampu mengaqiqahkan diri kita saat masih kecil dahulu,maka saatnya sekarang kita berbakti dengan membantu orang tua melaksanakan aqiqah untuk diri kita.kita niatkan sodaqoh pada orang tua kita untuk melaksanakan aqiqah atas nama diri kita sendiri.ini sama sekali tidak menyalahi syariat.karena Rosulullah SAW pun mempraktekkannya.

anak terlahir dalam keadaan tergadai,disini maksudnya adalah anak tersebut belum menjadi hak orang tua sepenuhnya,menurut penjelsan sebagian Ulma,bahwa anak yang belum ditebus dengan aqiqahnya,belum bisa dijadikan kemanfaatan oleh orang tua sepenuhnya,misalnya orang tua mendapat mahkota pangkat disurga karena anak ahli membaca Alqur'an,orang tua mendapat syafaat dari anaknya,orang tua mendapat kiriman do'a dari anaknya,dan sebagainya.itu semua masih digantungkan oleh Allah SWT karena belum dilaksanakan aqiqahnya,jika telah dilaksanakan aqiqahnya,itu semua akan diberikan kepada orang tua.Wallahu a'alam...Allah yang lebih tahu semua itu

Lalu mengenai mencukur rambut,sunahnya adalah mencukur habis rambutnya.karena rambut yang pertama adalah rambut yang kotor,maka sebagai sunah kesucian,dicukur habis,namun jika tidak memungkinkan,maka beberapa helai pun tidak jadi soal...silakan saja

memberi nama yang baik itu harus,karena nama adalah bagian dari do'a,jika namanya tidak baik maka berarti do'anya tidak baik,sebaik2 nama adalah Abdullah,yang berarti hambanya Allah,atau Abdu ditambah Asma Allah,misal Abdul Aziz,Abdul Karim,Abdur Rozaq,dst.kemudian nama yang baik adalah namanya para Nabi,urutan pertama adalah nama Beliau Muhammad SAW,misalnya Muhammada Firda,Muhammad Elfathi,Muhammad Zamy,dan sebagainya atau Nabi Nabi yang lain,misal Yusuf,Adam,Ibrohim,dan seterusnya,atau boleh dipadukan antara yang pertama,kedua & ketiga.boleh juga diberi nama yang selain diatas,asalkan artinya baik

jika terlanjur diberi nama yang tidak baik,maka gantilah nama tersebut jadi nama yang baik,contoh nama Alkalbi,meskipun kelihatannya baik,namun nama ini adalah nama yang jelek,karena artinya anjing
contoh lagi Azazil,ini adalah nama asli dari Iblis,kemudian nama Uza,ini nama salah satu berhala,Manata,Lata,dst.Jadi sebelum memberi nama sebaiknya konsultasikan dengan orang yang lebih tahu agar tidak salah memberi nama

kesimpulannya,haruskah kita aqiqah,jawabnya adalah tidak harus,karena hukumnya sunah muakkad,jika ingin mendapat pahala & terbebas dari gadaian maka laksanakan aqiqahnya...

semoga bermanfaat