Rabu, 31 Mei 2017

mengapa aqiqah harus dengan kambing bukan yang lain

Filled under:

mengapa aqiqah harus dengan kambing bukan yang lain

sudah barang tentu karena yang dicontohkan oleh Nabi SAW adalah aqiqah dengan menggunakan kambing bukan dengan hewan yang lain misal unta,sapi,kerbau atau yang lain.

Berbeda dengan halnya qurban di hari raya idul adha,yang bisa dengan sapi,kerbau,unta,kambing.namun khusus untuk aqiqah Rosulullah SAW hanya pernah mencontohkan dengan kambing.
Rosulullah SAW bersabda :"Setiap anak yang terlahir dalam keadaan tergadai,maka disembelihkan hewan aqiqah untuknya pada hari ke tujuhnya,diberi nama dan dicukur rambutnya"
hewan yang dimaksud disini sesuai yang telah dijelaskan oleh para ulama bahwa hewan aqiqah adalah kambing....
untuk anak laki laki disunahkan dua ekor kambing sedangkan untuk anak perempuan disunahkan satu ekor kambing.
adapun syarat kambing yang digunakan untuk aqiqah adalah:
1.cukup umurnya,yaitu sekitar 1 tahun keatas
2.sempurna fisiknya,yaitu tidak ditemukan cacat di mata,telinga,kaki,badan,dan lain lain
3.sehat badannya,tidak sedang sakit parah
4.tidak sedang hamil atau menyusui
5.jantan maupun betina boleh untuk aqiqah
6.kambing kebiri pun tidak mengapa digunakan untu aqiqah

Jadi meskipun memiliki keluasan rezeki kemudian beraqiqah dengan menggunakan sapi,itu belum pernah dicontohkan oleh Rosulullah,Para Kholifah,Para Sahabat,Para Tabi'in,dan seterusnya
yang pernah dicontohkan adalah dengan kambing,tidak masalah menggunakan kambing jenis jawa maupun domba.kebetulan di Arab sendiri tidak terdapat kambing jenis Jawa.karena kambing jenis Jawa hanya ada di Asia.
yang perlu digaris bawahi adalah,bahwa beraqiqah adalah sesuatu yang sunah,jadi tidak ada yang wajb di dalam syariat tersebut,karena ibadah aqiqah nya sendiri adalah sunah,contoh misalnya aqiqah wajib hari ke tujuh,ya tidak harus hari ketujuh,kalau ingin menepati sunah asli,maka laksanakan di hari ketujuhnya,namun jika tidak memungkinkan dilaksanakan pada hari ketujuhnya maka boleh dilaksanakan kapan saja saat memiliki kemampuan untuk melaksanakan.seperti Rosulullah SAW sendiri yang mengaqiqahi diri nya Rosul sendiri pada saat setelah diangkat menjadi seorang utusan,yaitu saat Beliau berumur 40 tahun,karena kebetulan saat itulah muncul syariat aqiqah untuk pertama kalinya,hingga sekarang
semoga bermanfaat