--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Rabu, 31 Mei 2017

mengapa jumlah aqiqah anak laki laki dan perempuan tidak sama jumlahnya

Filled under:

mengapa jumlah aqiqah anak laki laki dan perempuan tidak sama jumlahnya
Sudah tentu ini semua karena sudah menjadi hukum dari Allah yang disampaikan oleh Beliau Rosulullah SAW 
 Setiap pasangan suami-isteri tentu mendambakan kehadiran seorang anak. Tanpa kehadirannya, kebahagiaan pasangan suami-isteri terasa kurang sempurna.
Dan pada saat buah hati yang diharapkan lahir, kebahagiaan pasangan tersebut akan terasa sempurna.sebagai wujud dari kebahagiaan dan rasa syukur atas lahirnya seorang anak maka islam menganjurkan kepada orang tua untuk melaksanakan aqiqah.    
Aqiqah bagi anak laki-laki disunnahkan dua ekor kambing, sedang bagi anak perempuan disunnahkan satu ekor kambing. Hal ini didasarkan kepada riwayat Ummu Kurz al-Ka’biyyah ra yang bertanya kepada Rasulullah saw tentang aqiqah. Rasulullah SAW pun menjelaskan bahwa untuk anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing yang sama & sebaya, sedangkan untuk anak perempuan dianjurkan satu ekor kambing.

وَالسُّنَّةُ أَنْ يُذْبَحَ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَيْنِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ لِمَا رَوَتْ أُمُّ كُرْزٍ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْعَقِيقَةِ فَقَالَ لِلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ
“Sunnah untuk disembelih (beraqiqah) dua ekor kambing yang sama bagi anak laki-laki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan karena didasarkan kepada riwayat Ummu Kurz ra, ia bertanya kepada Rasulullah saw tentang aqiqah, lantas Rasul pun menjawab, ‘Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, dan bagi anak perempuan satu ekor kambing” (Lihat Abu Ishaq as-Sirazi., al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, 1, h. 241)
Lantas mengapa kalau anak laki-laki diaqiqahi dua ekor kambing, sedang perempuan hanya satu ekor kambing? Jawaban atas pertanyaan ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial orang Arab dan bangunan pemikiran mereka ketika itu. Di mana kehadiran anak laki-laki lebih mereka harapkan ketimbang anak perempuan. Dengan kata lain, kebahagian mereka ketika mendapatkan anak laki-laki melebihi dari mendapatkan anak perempuan. Karenanya, aqiqah untuk anak laki-laki lebih banyak ketimbang anak perempuan. Tapi memang sudah menjadi ketetapan dari Allah & RosulNya

وَلِاَنَّهُ إِنَّمَا شُرِعَ لِلسُّرُورِ بِالْمَوْلَودِ وَالسُّرُورُ بِالْغُلَامِ أَكْثَرُ فَكَانَ ( الذَّبْحُ عَنْهُ ) أَكْثَرَ
“Aqiqah disyariatkan perwujudan riil rasa bahagia dengan kehadiran seoarang anak, sedangkan kebahagian dengan kehadiran seorang anak laki-laki itu lebih besar. Karenanya, aqiqah untuk anak laki-laki lebih banyak.” (al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i, juz, 1, h. 241).
Lantas, bagaimana jika aqiqah baik untuk laki-laki maupun perempuan itu disamakan, satu ekor kambing untuk laki-laki begitu juga untuk anak perempuan?
Lebih lanjut menurut Abu Ishaq as-Sirazi, hal ini tentunya diperbolehkan, karena Rasulullah SAW sendiri menurut riwayat Ibnu Abbas RA mengaqiqahi cucunya, yaitu Hasan ra dan Husain masing-masing satu kambing gibas atau domba

وَإِنْ ذُبِحَ عَنْ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا شَاةٌ جَازَ لِمَا رَوَى ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ عَقَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ عَلَيْهِمَا السَّلاَم ُكَبْشًا كَبْشًا
“Jika masing-masing anak baik laki-laki maupun perempuan diaqiqahi dengan satu ekor kambing maka itu boleh karena ada riwayat dari Ibnu Abbas ra yang menyatakan bahwa Rasulullah saw mengaqiqahi Hasan ra dan Husain ra masing-masing satu kambing gibas (domba jantan)” (al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i, juz, 1, h. 241).
Pada dasarnya disyariatkannya beraqiqah sebagai wujud rasa bahagia dengan kehadiran seorang anak. Terkait pertanyaan di atas, sebagian ulama juga memperbolehkan aqiqah satu ekor kambing untuk anak laki-laki dengan didasarkan pada riwayat Ibnu Abbas ra yang telah dikemukakan

Barangkali ini nyambung juga dengan penjelasan mengapa aqiqah anak laki laki dan perempuan berbeda jumlahnya,seperti yang telah kita ketahui dalam Bab hukum waris bahwa bagian anak laki laki dua kalinya perempuan,artinya haknya laki laki adalah dua kalinya hak perempuan,sehingga dalam hal aqiqah pun tanggungan anak laki laki dua kali nya anak perempuan,itulah keseimbangan,selain hak,juga ada pembanding yaitu tanggungan...atau tanggung jawab,laki laki diwajibkan menafkahi perempuan,sedangkan perempuan tidak ada kewajiban menafkahi keluarga,makanya bagian warisannya dua kalinya perempuan.
Wallahu a'lam,ini hanya pendapat dsan bukan dalil,barangkali bisa sedikit membuka wawasan bahwa dalam Allah menetapkan sebuah hukum pasti adil,meskipun secara jumlah tidaklah sama,adil tidak selalu sama,namun lebih kepada rasa.
Semoga bermanfaat