Senin, 19 Juni 2017

khitanan laser menurut islam

Filled under:

khitanan laser menurut islam bagaimana hukumnya?

mengenai hal ini sebenarnya dalam islam memberikan kemurahan untuk metode khitan,boleh dengan cara apa saja...asalkan hasilnya sama seperti khitan

di zaman dahulu,umat islam melaksanakan khitan dengan menggunakan kapak seperti yang dilakukan oleh Beliau Nabi Ibrohim AS...

ada juga yang menggunakan pedang....

dan ada juga yang menggunakan pisau dari belahan bambu...

itu semua adalah metode khitan....secara rinci islam tidak mengatur metode khitan....
tergantung dari kemampuan umat dalam melaksanakan metode khitan tersebut.Kebetulan saat itu kemampuan mereka dalam melaksanakan khitan adalah dengan menggunakan metode tersebut
namun di era sekarang yang sudah sangat canggih,makin banyak metode khitan yang dapat dilakukan.diantaranya adalah dengan menggunakan laser....jadi khitan dengan laser ini nampaknya dminati oleh masyarakat karena lebih cepat kering dan lebih ringan sakitnya....

bahkan hampir tidak terasa sakit...setelah khitan pun bisa langsung melakukan aktivitas kembali...

Memang sebagai umat islam kita sangat wajib memperhatikan tentang kesyar'ian sebuah amalan...
dan sudah semestinya kita memperhatikan masalah ini....

dan islam tidak pernah melarang metode apapun dalam hal khitan
yang dilarang adalah jika khitan tapi dengan menghilangkan kesadaran si pasien khitan menggunakan obat bius.karena hilang kesadaran itu dapat membuat lupa diri...dan itu tidak diperbolehkan...hukumnya sama dengan mabuk karena minum khomer....

dalam sebuah riwayat Rosulullah SAW bersabda : "setiap yang memabukkan itu disebut khomer,dan setiap khomer hukumnya haram"

maka jika kita ingin amal perbuatan kita baik di mata Allah Rosul,maka jangan melakukan khitan dengan metode pembiusan sehingga menyebabkan lupa diri...ini dapat menghilangkan ingat pada Allah,karena umat islam selalu ingat kepada Allah dalam kondisi apapun

bahkan umat islam zaman dahulu menolak ketika akan diamputasi kakinya dengan melakukan pembiusan,mereka lebih memilih diamputasi bagian tubuhnya saat sedang shalat...

memang kualitas shalat di zaman dahulu sangat tidak diragukan...mereka shalat bisa sangat khusyuk sehingga tidak terasa ketika dipotong kakinya,dipanah tubuhnya,ditusuk perutnya,karena saking khusyuknya

bahkan ketika sedang shalat ingat kebunnya,maka dihibahkan lah kebunnya karena mengganggu kekhusyukan dalam shalat...

mengenai metode khitan dengan cara laser ini tidak menyalahi aturan hukum dalam islam,mengingat hasilnya sama,dan metodenya sama seperti pisau hanya saja pisaunya diganti dengan laser.era sekarang pisau ini lebih canggih dan lebih tajam...

semoga kita senantiasa dapat terjaga dari dosa dan bahaya karena salah dalam melaksanakan hukum agama...
mudah 2 an Allah menjaga keimanan kita sampai mati.amin