Jumat, 07 Juli 2017

aqiqah di kandang bagaimana

Filled under:

aqiqah di kandang bagaimana

di Aqiqah Plus tempatnya....aqiqah nya diurusi mulai dari pemilihan hewan aqiqah yang sesuai dengan syariat aqiqah yaitu kambingnya yang cukp umurnya,sehat badannya,sempurna fisiknya tidak terdapat cacat baik mata,kaki,telinga,maupun bagian tubuh yang lainnya

kemudian disembelih dengan do'a khusus aqiqah dengan menyebut nama yang diaqiqah beserta nama ayah kandungnya

setelah itu diolah menjadi masakan kambing juga bisa dikemas dengan nasi dus setlah dikemas barulah dikirim ke tempat pemesan...

itu proses aqiqahnya bisa disaksikan langsung oleh konsumen,baik saat disembelih kambing aqiqahnya di kandang maupun proses pengolahan masakannya di dapur

karena di Aqiqah Plus mengutamakan transparansi.tidak ada yang ditutup tutupi...semua sudah sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rosulullah SAW dalam hadist hadist Beliau

diantaranya salah satunya yang membahas tentang waktu pelaksanaan aqiqah yaitu ada dua sumber

1. sunah qouliyah ;sunah yang bersumber dari lisan Nabi SAW yaitu Beliau mengatakan bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari ke tujuh dari kelahiran anak.misalkan lahir pada hari ahad sejak fajar hingga menjelang maghrib maka hari ahad tersebut dihitung sebagai hari ke satu...pelaksanaan aqiqahnya pada hari ke tujuh yaitu hari sabtu
dan jika lahirnya ahad sejak maghrib hingga menjelang fajar maka hari ke satunya dihitung hari senin.dan hari ke tujuh nya adalah hari ahad

2. sunah fi'liyah ;sunah yang bersumber dari apa yang dikerjakan oleh Nabi SAW yaitu Beliau mengaqiqah kan diri Beliau sendiri setelah diangkat menjadi seorang utusan atau Rosul pada saat itu Beliau telah berumur 40 an tahun

bukankah aqiqah adalah tanggung jawab orang tua ?
iya itu benar sekali..
aan tetapi saat orang tua tidak mampu,maka sebagai anak yang berbakti maka sudah semestinya memblas kebaikan mereka karena telah merawat kita sejak kecil hingga dewasa....
karena anak adalah hasil pernikahan orang tua,maka hasil dari anak adalah hasil orang tua juga...

tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya anak memberikan sebagian hartanya untuk hal tersebut.karena kita mampu.

itu sama sekali tidak menyalahi sunah...bahkan Rosulullah pun mempraktekkannya

hal tersebut disampaikan oleh Anas bin Malik
Anas bin Malik adalah sekretaris Nabi,maka kemanapun Nabi berdakwah maka Anas mengikuti.jadi Anas tahu betul kisah kejadian yang terjadi

bahkan Anas melayani Nabi tidak sebentar,tapi cukup lama yaitu puluhan tahun lamanya...

aqiqah di kandang itu ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan
- tempat pembuangan darah harus tuntas dan tidak membekas.karena jika membekas akan dapat menimbulkan bau tidak sedap dan penyakit,dan darah hukumnya haram tidak boleh dikonsumsi,meskipun rasanya enak...biasanya dibiarkan menggumpal lalu dipotong potong kemudian digoreng,itu haram
- tempat menyembelih harus disesuaikan dengan hewan yang akan disembelih tubuh direbahkan miring ke kiri.kepala kambing dihadapkan ke qiblat dengan kaki kaki kambing terikat
- sebelum menyembelih harus terlebih dahulu menajamkan alat atau pisau untuk menyembelih.
jangan sampai pisau yang digunakan tumpul sehingga tidak bisa dipakai untuk menyembelih.itu akan menyakiti hewan,itu termasuk menganiaya,maka sembelihan harus tajam dan diselesaikan dengan cepat
- saat akan menyembelih harus membaca do'a "Bismillah Allahu Akbar".karena ini untuk aqiqah maka ditambah do'a aqiqah "hadzihi min aqiqoti (nama anak bin atau binti nama ayahnya)"
jika tidak dibaca do'a penyembelihan maka daging tersebut menjadi haram hukumnya dan tidak boleh dikonsumsi
- saat akan melakukan penyembelihan,injakkan kaki di tubuh kambing,lalu pegang kepalanya kemudian mulai mengiris dengan cepat,sampai urat makan,nafas dan darah terpotong semua...lalu lepaskan,biarkan kambing mati dengan sendirinya
- saat prosesi penyembelihan jangan memperlihatkannya pada kambing yang lainnya.itu dihindari
- saat kambing belum benar benar mati jangan langsung memotong motong tubuhnya,biarkan sampai benar benar mati
- setelah selesai menguliti,ambil jeroannya baru memotong motong dagingnya agar kotorannya tidak mengenai daging
- lalu dipotong potong menjadi kecil kecil agar bisa diolah menjadi masakan.
jika akan dimasak menjadi sate maka sebaiknya daging tidak terkena air,agar tetap fresh dan nikmat disantap
- setelah masakan mateng disunahkan untuk membagi bagikannya.karena sunahnya aqiqah adalah dibagikan dalam bentuk masakan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi,sahabat,para ulam setelah Beliau
itulah sedikit tentang aqiqah di kandang bagaimana semoga bermanfaat