--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Kamis, 30 November 2017

ibu hamil 9 bulan belum melahirkan

Filled under:

ibu hamil 9 bulan belum melahirkan kenapa ya ?
Dianugerahi kehamilan tentu merupakan sesuatu yang sangat indah bagi pasangan suami istri. Namun adakalanya proses kehamilan tidak berjalan sesuai dengan rencana, misalnya saja ibu hamil mengalami keterlambatan waktu persalinan. Kondisi bayi terlambat lahir ini seringkali dialami oleh banyak wanita. Dalam dunia medis, dokter menyebutnya sebagai postmatur atau Prolonged Pregnancy. Seseorang dikatakan mengalami postmatur bilamana ia melahirkan melebihi waktu 9 bulan atau lebih dari 42 minggu. Hal ini tentu patut diwaspadai, karena bayi yang terlambat lahir berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti penurunan berat badan, komplikasi paru-paru, gangguan pernafasan, bahkan hingga kematian.
Faktor-Faktor Pemicu Bayi Terlambat Lahir
Sebenarnya tanggal prediksi kehamilan atau yang sering disebut dengan HPL yang ditetapkan oleh dokter tidak berlaku secara pasti. Wajar saja jika Anda mengalami sedikit kemajuan atau keterlambatan dari Hari Perkiraan Lahir (HPL). Tapi apabila kontraksi belum juga terjadi hingga melebihi 2 minggu dari waktu perkiraan maka Anda wajib berhati-hati. Nah, untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya postmatur, sebaiknya pelajari dahulu faktor-faktor penyebabnya. Di bawah ini beberapa penyebab bayi terlambat lahir. Simak yuk!
1.     Kesalahan dalam menghitung periode kehamilan
Ketika kandungan di perut semakin membesar dan melewati batas 9 bulan tapi kontraksi belum saja terjadi, pada saat itulah biasanya kita akan merasa khawatir. Kenapa bayi belum juga lahir ya? Apakah janin saya baik-baik saja? Tenang bunda. Jangan terburu bingung. Pertama yang harus bunda lakukan adalah memeriksakan diri ke dokter. Kebanyakan orang mengalami postmatur hanya karena salah dalam menghitung periode kehamilan. Mungkin kandungan bunda masih berusia 36 minggu. Tapi karena salah mencatat, bunda jadinya menganggap telah mencapai usia 42 minggu. Maka itu, perhatikan kapan terakhir bunda terakhir menstruasi, dan rajinlah mengecek kehamilan lewat test pack. Bunda juga harus mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang benar.
2.     Riwayat turunan
Coba tanyakan kepada keluarga Anda, apakah ada diantara mereka yang pernah mengalami kelahiran postamur. Jika iya, maka bisa saja kondisi tersebut akan Anda alami. Namun demikian, janganlah Anda pasrah saja. Anda harus tetap waspada dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar bayi tidak terlambat lahir. Misalnya dengan melakukan senam hamil untuk merangsang persalinan sehingga lebih mudah.
3.     Pengalaman yang sama (pernah mengalami postmatur)
Apabila di kehamilan sebelumnya Anda mengalami keterlambatan persalinan. Maka bisa jadi di kehamilan berikutnya hal itu akan terulang kembali. Namun Anda juga tidak boleh menjadikan pernyataan ini sebagai patokan. Belum tentu, kok! Jika Anda mampu menjaga kesehatan selama kehamilan, dan rutin mengikuti program senam hamil, tak menutup kemungkinan Anda dapat melahirkan secara normal pada waktu yang tepat.
4.     Mengandung bayi laki-laki
Penyebab bayi terlambat lahir memang belum dapat dijelaskan secara pasti hingga saat ini. Dokter hanya memberikan kemungkinan-kemungkinan yang cenderung berkaitan dengan kondisi kehamilan. Salah satu faktor yang sering disebut-sebut sebagai penyebab keterlambatan persalinan ialah jenis kelamin. Seseorang yang mengandung janin laki-laki dikatakan rentan mengalami komplikasi, misalnya saja mengalami postmatur. Tapi demikian, pertanyataan tersebut tak sepenuhnya benar dan belum terbukti secara ilmiah. Yang terpenting, bunda harus rutin melakukan test USG dan menjaga kesehatan badan.
5.     Mengandung anak Pertama
Beberapa orang sering mengatakan bahwa kelahiran anak pertama cenderung terlambat dan melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Ternyata hal itu bukan sekedar omong kosong ataupun mitos. Penelitian di Amerika Serikat berhasil membutikkan bahwa anak pertama memang rentan mengalami keterlambatan persalinan. Pernyataan tersebut diperoleh dari hasil survey yang dilakukan terhadap 9000 wanita hamil.  Hasilnya sekitar 7500 orang memang telat melahirkan. Kebanyakan dari mereka lahir di minggu ke 39 hingga minggu ke-41.
6.     Kegemukan
Seorang ibu hamil memang disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan bergizi, seperti sayuran, buah-buahan, susu, daging, telur dan sebagainya. Namun demikian, jumlah pengonsumsian makanan tersebut juga harus diperhatikan. Jangan sampai bunda makan secara berlebihan sehingga terjadi obesitas. Kegemukan pada ibu hamil tentu cukup berbahaya. Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah bayi terlambat lahir. Maka itu, konsumsilah makanan secara seimbang tapi juga jangan mengurangi porsi makan.
7.     Hipotiroidisme
Sebagaimana kita tahu, bahwa pada kondisi hamil biasanya wanita akan mengalami perubahan hormon-hormon tubuh, salah satunya hormon tiroid. Meski tidak terlalu umum, namun beberapa wanita hamil rentan menderita peradangan pada kelenjar tiroid. Hal ini tentu patut diwaspadai karena kondisi tersebut bisa memicu terjadinya hipotiroidisme. Yakni suatu keadaan dimana seseorang kekurangan hormon tiroid akibat kinerja kelenjar tiroid yang tidak berfungsi secara optimal. Jika tidak segera diatasi maka kondisi ini berefek pada perkembangan bayi dan meningkatkan risiko bayi terlambat lahir.
8.     Kurangnya kadar enzim sulfatase dalam plasenta
Faktor penyebab bayi terlambat lahir memang cukup banyak. Salah satu hal yang bisa jadi pencetusnya bunda kekurangan enzim sulfatase di dalam plasenta. Enzim sulfatase sendiri dihasilkan oleh organel sel Lisosom yang ada di dalam tubuh. Nah, yang jadi pertanyaan bagaimana caranya agar enzim sulfatase tetap dalam kadar normal?Apa yang harus dilakukan? Bunda tak perlu terlalu cemas. Hal terpenting yang harus bunda lakukan saat hamil hanyalah mencukupi kebutuhan gizi, menghindari stres, memperbanyak waktu istirahat, dan usahakan untuk melakukan senam hamil atau berjalan-jalan santai sebagai latihan agar proses persalinan berjalan lancar.
9.     Kelainan pada janin
Faktor lain yang memungkinan menjadi penyebab bayi terlambat lahir adalah kelainan pada janin. Misalnya saja pertumbuhan tulang yang abnormal, kelainan pada otak dan tulang tengkorak (anensefalus), posisi janin yang tidak biasa, kelainan genetik, adanya gangguan pada fungsi kelenjar adrenal dan sebagainya. Pada dasarnya kelainan tersebut bisa saja terjadi pada siapapun secara tak terduga. Tapi kita juga bisa berupaya menghindarinya dengan menjaga kesehatan selama kehamilan.

https://hamil.co.id/masalah-kehamilan/penyebab-bayi-terlambat-lahir