--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Rabu, 06 Desember 2017

Ibu hamil makan jengkol apa efeknya

Filled under:

Ibu hamil makan jengkol apa efeknya
Kehamilan adalah suatu proses, dimana terjadi peningkatkan kebutuhan gizi bagi seorang ibu. Pernahkah anda mendengar larangan ibu hamil yang tak boleh makan jengkol? Mari kita bahas pernyataan tersebut kedalam artikel ini.
Rasanya yang enak dinikmati memiliki peminatnya sendiri meski banyak orang yang merasa kontroversi terhadap bau yang ditimbulkannya, namun jengkol tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Apakah ketika seseorang yang sedang hamil boleh menikmatinya? Apakah kandungan jengkol menambahkan gizi ibu hamil? Ya, jawabannya adalah boleh, asalkan tidak berlebihan atau terlalu banyak dikonsumsi oleh ibu hamil. Mari kita simak pemaparannya.
Apakah jengkol itu dan pemanfaatannya?

Jengkol dikenal dengan beberapa nama diantaranya Jiringa sebagai nama asing. Di Siam dikenal dengan Nien, Kanineg, Chanieng atau Yang. Jika di Indonesia selain nama jengkol dikenal juga jarring untuk daerah Sumatra, blandingan untuk daerah Bali dan Lubi didaerah Sulawesi Utara.
Tanaman yang tingginya dapat mencapai 26 meter dan cabangnya yang menyebar memberikan efek tanaman yang lebat. daunnya bersirip dua, untuk tunas dan daunnya yang masih muda berwarna ungu atau lembayung kemudian tumbuh membesar menjadi berwarna hijau. Dalam pemanfaatannya hampir seluruh bagian pada jengkol tersebut bermanfaat. Daun jengkol dapat untuk mewarnai makanan, sehingga berwarna hitam. Pada bagian batang dan ranting dapat digunakan sebagai papan untuk alat rumah tangga. Arang kayunya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Jika daunnya ditambah minyak seringkali berguna sebagai obat kulit seperti kudis atau eksim.
Varietas jengkol yang dikenal secara umum
Ada 2 varietas jengkol yaitu varietas kecil dan varietas besar.
·         Untuk yang kecil biasa disebut dengan varietas emprit. Bentuknya bulat dan kecil-kecil, daunnya sendiri kecil-kecil menyerupai daun pada buah duku dan berbentuk bulat.
·         Sedangkan varietas besar bentuknya agak pipih dan ukuran lebih besar. Daunnya juga lebih lebar serta lebih panjang dibanding varietas kecil.
Konsumsi jengkol pada ibu hamil, dapat memenuhi konsumsi berbagai nutrisi ibu hamil seperti :
1. Memenuhi Kalsium
Ketika ibu hamil menyantap jengkol, maka jengkol dapat memberikan manfaat kalsium. Kalsium yang berguna tak hanya untuk pembentukan tulang tulang dan gigi namun juga bagi ibu hamil dapat berguna dalam pemeliharaan otot.
2. Penangkal osteoporosis
Asupan kalsium yang besar saat kehamilan sangat diperlukan bagi ibu dan janin. Ketika janin kekurangan kalsium, maka kalsium akan diperoleh melalui kalsium tulang atau kalsium pada gigi sang ibu. Sehingga ini menyebabkan seorang wanita lebih mudah terkena osteoporosis karena kekurangan kalsium. Tulang dan gigi menjadi mudah keropos. Jengkol dapat dikonsumsi untuk mencegah osteoporosis pada ibu yang hamil dan paska melahirkan.

3. Mengatasi sembelit
Sembelit pada masa kehamilan, adalah kondisi gangguan kehamilan yang umum dan menyebabkan ketidaknyamanan. Sulit buang air besar membuat kendala yang cukup besar bagi ibu hamil. Jengkol memiliki khasiat juga dalam mengatasi sembelit bagi ibu hamil agar buang air besar lebih lancar.
4. Membantu daya tahan tubuh ibu hamil
Jengkol dapat menjadi sumber protein yang baik, protein yang terkandung didalam jengkol adalah 23,3 gram per 100 gram. tingkat protein ini lebih besar dibandingkan kandungan tempe yaitu 18,3 gram per 100 gram. Jika ibu hamil memakan jengkol maka ia akan mendapat nilai protein yang tinggi dimana protein bagi ibu hamil merupakan zat yang berperan dalam enzim, peran hormon dan imunitas tubuh. Sehingga protein seringkali disebut sebagai zat pembangun.
5.  Mengatasi anemia
Adalah hal yang umum bila ibu hamil mengalami anemia. Rasa lelah, lemah, sakit kepala, pucat mudah marah, tidak semangat, kurang konsentrasi, imunitas menurun. Pada anemia yang sudah parah akan tampak kuku yang rapuh, bibir pecah-pecah hingga lidah. Jengkol sebagai salah satu makanan dapat mengurangi anemia yang terjadi pada ibu hamil. Karena jengkol akan menghasilkan zat besi yang akan membentuk sel darah merah, kemudian akan mengisi kekurangan zat besi tersebut. Zat besi yang terkandung didalam jengkol sendiri ada 4,7 gram per 100 gram.
6. kesehatan tulang dan tinggi kalsium
Jengkol sangat baik untuk kesehatan tulang karena kandungan kalsiumnya yang tinggi, adalah 140 mg per 100 gram. Selain untuk tulang dan gigi, Kalsium bagi ibu hamil diperlukan untuk masa perkembangan janin. Karena kebutuhan Kalsium ibu hamil lebih dari 800 mg per hari. Olah karena itu jengkol adalah makanan sehat untuk ibu hamil.
7. mengandung fosfor
Kandungan fosfor dalam jengkol adalah 166,7 mg per 100 gram. Hal ini sangat berperan dalam penyimpanan dan pengeluaran energi. Selain itu juga dapat menyeimbangkan pH didalam tubuh, tubuh yang asam akan membuat ibu hamil lebih rentan terhadap berbagai penyakit yang berkaitan dengan imunitas.
Efek Samping Jengkol Bagi Ibu Hamil
Bagi ibu hamil, jengkol tak boleh dikonsumsi terlalu banyak, maksimal 3 keping perhari. Hal ini disebbakan jengkol mengandung asam jengkolat. Keracunan memang bukan karena jumlah banyak maupun sedikitnya, akan tetapi karena cara pengolahan yang kurang benar pada jengkol dan terkait dengan kerentanan tubuh seseorang. Jika pH tubuh seseorang dibawah 7 atau asam, maka akan bermasalah, karena jengkol sulit larut air dan mengendap di ginjal.
Kesimpulan dari beberapa kasus jengkolan, hal ini disebabkan oleh biji yang masih mentah, biji mentah dianggap menjadi penyebab jengkolan tersebut maupun yang telah direbus juga masih dapat menyebabkan jengkolan. Namun semakin kekinian, kasus keracunan jengkol sangat jarang. Karena seseorang yang pernah keracunan jengkol biasanya tidak akan keracunan jengkol kembali. Salah satu penyebab menurunnya kasus jengkolan karena kualitas paska panen semakin meningkat kualitas pengelolaannya. Oleh karena itu beberapa orang kadang menjadikan jengkol sebagai pantangan makanan ibu hamil yang harus di hindari.
Upaya pengendalian bau mulut bagi ibu hamil yang mengkonsumsi jengkol
Salah satu yang menyebabkan keluhan makan jengkol adalah terkait bau. Seperti bau mulut dan ketika buang air kecil akan tertinggal bau di kamar mandi. Maka untuk pencegahan bau mulut dapat dilakukan dengan dengan memakan mentimun dan jambu air setelah menyantap makanan jengkol. Setelah itu lakukan gosok gigi dengan pasta gigi sehingga dapat mengsir bau jengkol. Atau dapat juga dengan cara tradisional yaitu menggunakan rebusan daun sirih untuk melenyapkan bau.

Upaya pengendalian bau kamar mandi dan kamar kecil bagi ibu hamil yang menyantap jengkol
Karena bau jengkol dianggap mengganggu bahkan setelah yang mengkonsumsi buang air kecil, maka ada cara untuk mengatasinya. Caranya adalah dengan menyiram air kecil tersebut terus diikuti penyiraman air yang banyak. Sampai air selokan nya bergerak mengalir. Bekas kamar mandi dibersihkan dengan kreolin, karbol dan sejenisnya sehingga bisa menekan bau jengkol.
https://hamil.co.id/nutrisi-ibu-hamil/makanan-sehat/ibu-hamil-makan-jengkol