--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Kamis, 07 Desember 2017

ibu hamil menyusui apa saja tipsnya

Filled under:

ibu hamil menyusui apa saja tipsnya

Mendapatkan hasil tes kehamilan yang positif tentu menjadi hal yang sangat menyenangkan untuk semua ibu. Pemeriksaan diperlukan untuk menghindari masalah hamil yang terdeteksi. Namun bagaimana jika Anda hamil saat masih menyusui? Semua masalah ini tentu menjadi tidak menyenangkan dan membuat perasaan Anda menjadi lebih resah. Banyak orang yang berusaha untuk menyapih bayi mereka ketika tahu dirinya hamil. Namun menghadapi semua kondisi ini tidak mudah karena perasaan dan jiwa Anda juga terpanggil untuk memberikan ASI kepada bayi yang masih membutuhkan ASI. Berikut ini beberapa pertimbangkan tentang ibu hamil yang tetap menyusui.
Bolehkan ibu hamil menyusui?
Pada dasarnya ibu hamil tetap menyusui sangat aman dan diperbolehkan. Hingga saat ini belum ada pakar medis yang menemukan fakta bahwa menyusui selama hamil bisa berbahaya untuk janin dan bayi yang menerima ASI. Beberapa ibu hamil memang sangat khawatir dengan menyusui saat hamil karena isu resiko persalinan prematur. Kondisi ini disebabkan karena ibu yang tetap menyusui bisa menerima stimulasi pada bagian payudara yang bisa menyebabkan tubuh ibu menghasilkan banyak hormon oksitosin. Hormon ini bisa menyebabkan kontraksi yang berlebihan sehingga ibu bisa melahirkan bayi prematur. Namun ternyata jumlah hormon oksitosin yang diproduksi selama hamil dan tetap menyusui tidak mampu membuat kontraksi.  Jadi menyusui selama hamil sangat aman untuk semua ibu hamil.
Tips tetap menyusui selama hamil
Banyak ibu yang memilih untuk berhenti atau tetap meneruskan menyusui bayi mereka saat tahu sedang hamil. Berikut ini adalah beberapa pertimbangan tips tetap menyusui selama hamil.
1.     Selalu melakukan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter atau bidan
Hal pertama ketika Anda mencoba untuk mempertahankan tetap menyusui saat hamil maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Bagi ibu yang pernah memiliki riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya mungkin sangat rentan terkena kondisi yang sama. Ketika ibu mengalami berbagai gejala atau ciri ciri akan melahirkan prematur maka harus segera periksa ke dokter. Pemeriksaan sangat diperlukan untuk membantu ibu mendapatkan keputusan yang tepat sesuai analisa dari dokter
2.     Menyusui dengan tetap menjaga kondisi tubuh saat  morning sickness
Ketika ibu masuk trimester pertama maka ibu bisa mengalami morning sickness. Kondisi ini bisa menjadi lebih parah jika ibu juga tetap menyusui. Kondisi morning sickness bisa membuat ibu tidak bisa memberikan ASI dengan baik. untuk mengatasi ini maka ibu tetap mengkonsumsi makanan yang penting untuk tubuh. Konsumsi makanan ringan yang bisa mengurangi mual bisa dilakukan sejak awal kehamilan 
3.     Perhatikan nutrisi ibu hamil
Nutrisi untuk ibu hamil memang penting untuk menjaga pertumbuhan janin. Tapi ibu juga harus menjaga nutrisi untuk ASI yang akan diberikan pada bayi. Untuk mengatasi masalah ini maka ibu harus mencoba melihat dua nutrisi yang dibutuhkan oleh janin dan bayi. Ibu juga harus mengkonsumsi makanan dengan kalori yang cukup agar tubuh ibu tetap sehat. Pertimbangkan untuk memilih makanan yang sehat untuk ibu dan bayi.
4.     Perhatikan rasa sakit saat menyusui
Rasa sakit saat menyusui akan lebih sering terasa untuk ibu yang sedang hamil. Kondisi ini disebabkan karena ibu juga mengalami berbagai perubahan hormon yang bisa mendukung kehamilan. Biasanya ibu akan mengalami rasa sakit yang kuat terutama jika bayi sudah memiliki tanda-tanda bayi tumbuh gigi. Ketika itu maka ibu bisa mencoba bekerjasama dengan bayi. Perhatikan jika bayi terlalu kuat menggigit puting payudara sehingga ibu bisa langsung melepasnya. Kondisi hormon ini juga sering memicu kontraksi sehingga ibu harus waspada dengan tanda akan melahirkan.
5.     Berikan susu formula atau makanan tambahan untuk bayi Anda
Ketika ibu ingin tetap menyusui selama hamil maka sebenarnya kelenjar air susu juga akan memproduksi susu dalam jumlah yang lebih kecil. Kondisi ini yang akan menyebabkan bayi Anda merasa tidak puas saat menerima ASI. Terkadang beberapa bayi menangis terus menerus karena lapar. Untuk mengatasi masalah ini maka ibu bisa mencoba untuk memberikan makanan pendamping ASI atau susu formula. Jangan pernah memaksa tetap menyusui ketika bayi tidak puas karena ini bisa menyulitkan Anda merawat bayi sekaligus sedang hamil.
6.     Cobalah bekerjasama saat merawat bayi
Bayi memiliki naluri yang sangat kuat sehingga bayi akan lebih sering rewel ketika mendapatkan ASI dari ibu yang sedang hamil. Bahkan bayi Anda mungkin sudah mengalami rasa cemburu dengan janin dalam rahim Anda sehingga sulit untuk merawat bayi. Untuk mengatasi masalah ini maka Anda bisa mencoba meminta bantuan pada pasangan. Anda juga bisa mencoba untuk membiarkan bayi menjadi lebih mandiri, tidur sendiri dan mencoba belajar bersama dengan orang lain.
7.     Perhatikan posisi menyusui
Saat sedang hamil maka Anda juga harus selalu memperhatikan posisi menyusui. Ingat bahwa ada janin yang tumbuh dalam rahim Anda. Jangan menekan bagian ini dengan tubuh bayi Anda sehingga janin Anda juga merasa tidak nyaman. Anda bisa mencoba untuk memberikan ASI perah yang lebih aman untuk posisi janin Anda. Kemudian pertimbangkan jika Anda ingin tetap menyusui sambil tidur. Semua jenis posisi yang Anda lakukan sebaiknya memang sangat aman untuk bayi dan janin Anda.
8.     Mencoba berkomunikasi dengan bayi Anda
Kemudian langkah lain yang harus Anda lakukan adalah tetap berkomunikasi dengan janin dan bayi Anda. Katakan bahwa sebentar lagi bayi Anda akan memiliki adik yang manis. Kemudian ajak janin berbincang dengan kondisi bahwa Anda juga sedang merawat dan memberikan ASI untuk saudaranya. Berbagai cara komunikasi yang unik sangat baik untuk membantu kerjasama antara bayi dan janin. Bahkan ini bisa membuat bayi tidak terlalu cemburu dengan kehadiran saudaranya.
9.     Berikan kolostrum untuk bayi kedua Anda
Manfaat kolostrum untuk bayi memang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan, terutama bayi yang baru lahir. Ketika Anda berada dalam posisi harus memberikan ASI untuk anak pertama dan kedua maka prioritas yang paling penting adalah bayi yang baru lahir. Anda harus tetap memberikan kolostrum itu pada bayi yang baru lahir dan sementara waktu tidak menyusui pada anak pertama. Proses ini memang awalnya sangat sulit sehingga Anda bisa mencoba menerapkan cara menyapih sejak awal.
10.  Jangan stres selama menyusui
Ibu hamil memang sangat rentan dengan stres terutama ketika harus menjalani kehamilan dengan baik sekaligus juga merawat bayi. Namun ibu harus tetap mempertahankan kondisi tubuh dan emosi yang baik sehingga tidak terkena stres. Ingat jika ibu stres maka dampaknya tidak hanya pada janin dan Anda sendiri tapi juga pada bayi. Karena itu ibu yang tetap menyusui selama hamil harus mendapatkan dukungan dari keluarga. 


Perlu menyapih atau tidak?
Memang ada banyak keraguan ketika ibu tetap ingin menyusui pada saat hamil.  Namun terkadang dukungan dari lingkungan dan keluarga untuk tetap menyusui menjadi sangat kecil sehingga ibu cenderung untuk menyapih anak. Namun ASI menjadi makanan yang sangat penting untuk bayi Anda. Jika Anda ingin mencoba untuk menyapih maka perhatikan jenis pilihan susu yang tepat, terlebih jika bayi Anda mengalami alergi susu sapi. Kemudian jika Anda memutuskan untuk tidak menyapih maka buat keputusan ini menjadi langkah yang tepat dengan merawat diri dan bayi selama tetap menyusui. Bagian yang terpenting adalah bahwa Anda harus memiliki kesehatan yang baik untuk tetap menyusui selama hamil.
Jadi pertimbangan tentang bolehkah ibu hamil menyusui? Sebenarnya memang diperbolehkan. Namun keputusan ini harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan tubuh ibu sehingga kehamilan juga berjalan lancar dan bayi lahir sehat. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika menemukan masalah selama hamil dan tetap menyusui.

https://hamil.co.id/kehamilan/kesehatan-bumil/bolehkah-ibu-hamil-menyusui