--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Senin, 18 Desember 2017

obat untuk ibu hamil flu

Filled under:

obat untuk ibu hamil flu

Para ibu hamil terkadang merasa khawatir ketika batuk dan udara dingin menyerang, untuk mengobatinya mereka sangat hati-hati memilih obat. Hal tersebut dikarenakan bayi dalam kandungan masih sensitif dengan paparan bahan kimia dari obat. 

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan para wanita hamil ketika dingin dan batuk menyerang, yaitu:

1. Banyak Minum

Ketika udara dingin tubuh memerlukan cairan untuk menggantikan yang hilang karena buang air kecil terus menerus akibat dingin. Hindari minum air dingin, biasakan mengonsumsi air hangat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

2. Konsumsi Sop

Dengan mengonsumsi sop dapat membantu memberikan kehangatan pada tubuh dan membantu mengurangi batuk dan flu. Selain itu jga dapat membantu menambah cairan yang dibutuhkan ibu hamil.

3. Steam

Cara lain untuk meredakan flu dan mengusir hawa dingin yaitu dengan steam. Sediakan wadah untuk menampung air panas, kemudian uap air panas tersebut hirup. Agar uap tidak cepat habis, tutupi bagian kepala dengan handuk sehingga muka langsung di atas wadah tersebut dengan beberapa jarak.

Cara ini dapat membantu mengurangi sakit kepala saat kehamilan dan membersihkan rongga hidung.

4. Masala Teh

Masala teh merupakan teh asal India yang berisi rempah-rempah seperti cengkeh dan daun herbal lainnya. Cara ini adalah pengobatan tradisional di India yang dapat mengobati rasa dingin pada wanita hamil.

5. Istirahat Cukup

Ketika daya tahan tubuh dirasa menurun, segera beristirahat. Istirahat yang cukup dapat membuat tubuh hangat serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6. Bantal Lebih

Saat tidur untuk memudahkan pernapasan ketika hidung ibu hamil tersumbat, dapat dilakukan dengan menambahkan bantal di kepala. Hal ini dapat membuat napas menjadi lega dan membersihkan rongga hidung.


7. Buang Lendir

Saat batuk atau flu sebaiknya meludahkan lendir yang ada, jika tidak dikeluarkan akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Lendir tersebut merupakan pertahanan tubuh untuk mengeluarkan bakteri atau kotoran, untuk itu sebaiknya dibuang. (Mia/Igw)
Dampak yang Terjadi Jika Ibu Hamil Mengalami Flu
1. Bayi lahir prematur
Salah satu dampak yang juga termasuk sering terjadi akibat Ibu mengalami flu semasa hamil adalah melahirkan bayi yang belum cukup bulan atau biasa disebut bayi lahir prematur. Beberapa jenis virus belakangan, seperti virus penyebab flu babi (yaitu virus H1N1) ternyata dapat berperan dalam resiko tinggi menyebabkan terjadinya kelahiran bayi prematur.
Bayi yang dengan riwayat kehamilan prematur cenderung memiliki tingkat ketahanan hidup lebih rentan dibanding bayi yang lahir dengan cukup bulan. Hal ini bisa dipengaruhi oleh sistem organ yanng ada pada bayi masih dalam keadaan belum sempurna dan belum sia berfungsi secara maksimal sendirinya. Di sisi lain, keadaan bayi prematur juga cenderung mudah kehilangan panas tubuh. Oleh karenanya, hal tersebut menunjukkan mengapa bayi cenderung tidak tahan dengan suhu lingkungan normal pada umumnya, sehingga bayi prematur akan sering membutuhkan inkubator untuk menjaga tubuhnya tetap hangat.
2. Bayi berat lahir rendah (BBLR)
Mirip seperti kejadian bayi yang lahir prematur, ternyata efek dari Ibu mengalami flu saat mengandung ternyata berpotensi menyebabkan bayi menjadi lahir dengan berat badan yang rendah. Hal ini bisa dikarenakan kemungkinan adanya gangguan perkembangan janin dalam kandungan, mungkin di sebabkan misalnya akibat infeksi virus ke plasenta atau mungkin suplai nutrisi dari Ibu ke janin semasa hamil, mungkin terganggu. bayi berat lahir rendah (BBLR) sendiri bisa terjadi dengan keadaan lahir yang usia atau umurnya belum cukup bulan, (biasa disebut prematur), atau memang murni terjadi kekurangan berat tubuh walaupun usia bayi telah dikandung selama 9 bulan (cukup bulan
Bayi dengan berat atau bobot lahir yang rendah umumnya memiliki berat tubuh kurang dari 2500 gram. Hal ini juga cenderung membuat bayi lebih rentan mengalami gangguan kesehatan seperti bayi yang lahir prematur. Pada umumnya bayi yang lahir dengan kekurangan berat tubuh bisa mudah mengalami kehilangan suhu tubuh, beresiko mengalami gangguan pernapasan. Hal ini juga dikarenakan pada bayi dengan berat lahir yang rendah memiliki sitem organ yang juga belum berkembang secara sempurna. Selain itu, kondisi BBLR juga membutuhkan pemberian nutrisi yang lebih ketat, agar dengan demikian cepat meningkatkan bobot bayi serta terhindar dari masalah gangguan gizi.
3. Gangguan bipolar
Salah satu kelainan yang dapat terjadi pada bayi akibat Ibu mengalami flu saat hamil adalah bayi mengalami gangguan bipolar. Gangguan tersebut menjadi lebih beresiko 4 kali lebih tinggi dibanding saat Ibu hamil tidak mengalami flu.
4. Resiko skizofrenia
Pada Ibu hamil yang memiliki riwayat infeksi flu, beresiko memilik anak dengan cenderung akan menjadi mengalami skizofrenia. Hal ini memiliki resiko lebih tinggi terutama pada saat Ibu mengalami infeksi saat trimester pertama. Diduga hal ini terjadi dikarenakan pada saat Ibu hamill mengalami flu, maka resiko janin juga mengalami kerusakan otak ikut meningkat pula. Faktor lainnya keadaan flu berat juga mempengaruhi sistem pernapasan pada Ibu hamil, dalam keadaan berat tentu hal ini akan menyebabkan kandungan oksigen dalam darah, termasuk yang akan diedarkan menuju plasenta akan kekurangan oksigen. Sehingga hal tersebut menyebabkan janin kekurangan oksigen dan mempengaruhi perkembangan otak, terutama pada saat trimester awal ketika Ibu mengandung.

5. Penurunan daya ingat
Ibu hamil yang juga memiliki riwayat mengalami flu saat mengandung menyebabkan gangguan pertumbuhan otak sehingga cenderung beresiko melahirkan anak dengan gangguan penurunan daya ingat. Sehingga kemungkinan selama proses pertumbuhan bayi hingga tumbuh menjadi usia anak-anak, maka akan sulit menerapkan pelajaran atau stimulasi yang telah diberikan.
6. Resiko autisme
Salah satu dampak terjadinya flu bagi Ibu saat mengandung adalah beresiko melahirkan bayi yang akan berkembang menjadi anak yang dengan gangguan autisme. Autisme juga merupakan salah satu gangguan mental yang sering didapatkan pada anak. Anak dengan autisme cenderung tampak akan seperti seseorang atau anak yang merasa seru dengan dunianya sendiri, misalnya ketika anak sementara bermain dengan mainannya. Disisi lain, akibat hanya fokus pada hal yang diinginkannya, maka anak tersebut cenderung akan sulit diajak berkomunikasi jika kita ajak bicara, sementara si anak tersebut tengah sibuk dengan dunianya.
7. Ibu mengalami batuk dan nyeri tenggorokan
Umumnya flu terjadi sering tidak berdiri sendiri, melainkan dapat disertai batuk dan rasa nyeri pada tenggorokan. Hal ini biasanya disebabkan ikut terjadinya radang pada tenggorokan akibat infeksi dari virus ataupun bakteri. Biasanya flu dan batuk terjadi bersamaan karena terjadinya radang pada tenggorokan atau biasa disebut faringitis.
8. Ibu mengalami sesak
Dampak dari terjadinya flu bagi Ibu hamil salah satunya adalah mengalami sesak. Hal ini dikarenakan terganggunya saluran napas akibat adanya lendir yang menyumbat rongga hidung. Sesak terjadi bisa akibat lendir yang menghambat keluar masuknya udara untuk pertukaran antara oksigen dan karbon monoksida. Lendir sendiri bisa mulai terdapat pada sepanjang saluran napas, mulai dari hidung, tenggorokan hingga ke saluran bronkus menuju paru. Disisi lain, bila terjadi juga radang paru, maka bisa jadi sesak dikarenakan rusaknya sel-sel alveoli yang berperan dalam proses pertukanan oksigen dan karbon monoksida di paru.
Pencegahan Terjadinya Flu
1. Penuhi kebutuhan nutrisi
Ketika hamil, maka Ibu perlu mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan dari tubuh sang Ibu dan juga kebutuhan janin. Sember nutrisi terutama vitamin juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Sehingga ikroorganisme seperti virus dan bakteri yang menginfeksi tidak mudah menyebabkan tubuh mengalami sakit sperti mengalami flu.
Umumnya sebagian besar nutrisi Ibu hamil akan dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan sehat sehari-hari. Mengingat pada saat hamil, kebutuhan nutrisi Ibu meningkat dibanding saat tidak hamil dikarenakan juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dari janin yang dikandung selama proses pertumbuhan dan perkembangan janin.

2. Beristrahat
Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, Ibu hamil juga perlu beristrahat agar tubuhnya tidak mudah mengalami kelelahan. Hal ini berguna untuk menjaga kesehatan tubuh Ibu hamil mengingat dalam aktivitas sehati-hari Ibu cenderung membawa bobot tubuh yang lebih berat dibandingkan sebelum hamil. Sehingga hal tersebut cenderung menguras tenaga. Oleh karenanya, agar mencegah terjadinya kelelahan, maka Ibu perlu beristrahat yang cukup. Hal tersebut juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh sehingga tidak mudah mengalami sakit.
3. Jaga kebersihan tangan serta alat makan dan minum
Cara penularan flu yang paling banyak adalah dengan cara perpindahan virus dan bakteri ketika kita menyentuh benda atau bersalaman pada orang yang tangannya terkontaminasi mikroorganisme penyebab flu tersebut. Dengan demikian mikroorganismetersebut akan ikut berpindah ke tangan kita, lalu tanpa sadar jika kita menyentuh area wajah maka mikroorganisme tadi akan terhirup oleh kita sehingga dapat menginfeksi saluran napas dan kemudian menyebabkan terjadinya flu.
Hal lain yang juga sering menjadi media perpindahan flu adalah ketika kita menggunakan alat makan dan minum yang terkontaminasi, lalu kurang bersih pada saat di cuci. Oleh karenanya, hal ini juga penting dalam menjaga kebersihan alat makan dan minum yang digunakan. Disisi lain, jika ada orang yang flu atau batuk disekitar kita, maka sebaiknya kita perlu berjaga-jaga dengan memakai masker untuk menghindari infeksi.
http://health.liputan6.com/read/798292/7-cara-mengobati-flu-ibu-hamil-tanpa-obat-kimia

https://hamil.co.id/kehamilan/kesehatan-bumil/bahaya-flu-bagi-ibu-hamil