--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Senin, 18 Desember 2017

tips untuk ibu hamil yang diare

Filled under:

tips untuk ibu hamil yang diare

Banyak wanita mengalami diare saat masa kehamilan. Diare bisa menguras cairan pada tubuh hingga memicu dehidrasi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berdampak serius bahkan mematikan. Untuk mengatasinya, obat diare untuk ibu hamil wajib Anda konsumsi. Namun bagaimana cara memilih obat yang tepat? Pertama, mari kita ketahui penyebabnya.
Anda dikatakan mengalami diare jika dalam sehari Anda buang air besar berupa tinja encer sebanyak tiga kali atau lebih. Umumnya diare pada ibu hamil terjadi pada semester ketiga kehamilan tapi tidak semua ibu hamil mengalaminya.
Apa Saja Penyebab Diare pada Ibu Hamil?
Diare bisa terjadi karena adanya perubahan kondisi pada ibu hamil seperti perubahan hormon, asupan, dan tubuh.
§  Perubahan hormon. Selain bisa menyebabkan konstipasi, perubahan hormon juga bisa mempercepat sistem pencernaan Anda. Kondisi ini mungkin bisa membuat diare menjadi sebuah masalah.
§  Perubahan asupan. Demi menjaga asupan gizi untuk janin, banyak wanita melakukan perubahan asupan ketika hamil. Perubahan tersebut membuat perut terganggu yang memicu diare. Selain pola makan yang berubah, asupan vitamin kehamilan juga bisa memicu diare.
§  Perubahan kepekaan terhadap makanan. Perubahan ini mungkin membuat Anda sensitif terhadap makanan yang sebelumnya tidak berefek negatif ketika Anda konsumsi sebelum hamil.
Selain penyebab yang berkaitan dengan kehamilan, diare pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan, bakteri, virus, parasit usus, dan kondisi tertentu seperti penyakit sindrom iritasi usus, penyakit celiac, dan radang usus besar.
Cara Mengatasinya
Ibu hamil tidak boleh sembarang mengonsumsi sesuatu, termasuk obat-obatan. Jadi hindari mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di pasaran tanpa resep dokter. Lagipula, lain penyebab maka lain pula obatnya. Sebagai contoh, jika diare disebabkan oleh bakteri atau parasit, mungkin dokter akan meresepkan antibiotik. Namun antibiotik tidak cocok diberikan jika diare disebabkan oleh virus.
Obat diare untuk ibu hamil yang tepat hanya bisa didapat setelah Anda berkonsultasi dengan dokter. Sebelum memberikan resep, dokter akan melakukan tes fisik dan mungkin tes darah untuk mengetahui penyebabnya.
Kebanyakan diare bisa reda dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun, selama mengalami diare, pastikan tubuh tidak kekurangan cairan agar Anda terhindar dari dehidrasi. Konsumsi banyak air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Atau Anda juga bisa mengonsumsi jus untuk mengganti vitamin, nutrisi, dan elektrolit yang hilang. Jika Anda ingin mengonsumsi larutan oralit, pastikan Anda mengikuti aturan pakainya. Menjaga tubuh tetap terhidrasi bisa mengurangi risiko kelahiran prematur.
Jika Anda sudah mengonsumsi obat diare untuk ibu hamil namun kondisi belum membaik bahkan bertambah atau bahkan disertai demam, sakit perut, darah, mulut kering, dan pusing, segera kunjungi dokter.

Bahaya diare pada ibu hamil

Bahaya diare pada ibu hamil tidak hanya berdampak pada sering masuk keluar kamar mandi saja namun juga bisa mengganggu tubuh seperti mengakibatkan rasa sakit pada daerah ulu hati dan membuat tubuh menjadi lemas sehingga kandungan juga bisa terganggu.
1. Dehidrasi
Diare sangat berbahaya jika dialami oleh para ibu hamil karena jika tinja terus keluar dalam bentuk cair itu. Berarti terjadi pengeluaran cairan tubuh yang berlebih sehingga bisa menyebabkan dehidrasi. Ibu hamil sebaiknya jangan pernah mengalami dehidrasi karena cairan tubuh merupakan komponen penting dalam menghasilkan energi. Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa ibu hamil membutuhkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak hamil. Hal ini jelas berbahaya jika ibu hamil sampai mengalami dehidrasi.
2. Penurunan produksi air seni
Dampak lain yang disebabkan oleh para ibu hamil antara lain adalah penurunan produksi air seni, mengendurnya kulit karena kulit kekurangan cairan serta bisa membuat mata menjadi kering.
3. Menyebabkan keguguran
Bahkan lebih fatalnya ibu hamil pada trisemseter pertama yang mengalami diare bisa mengakibatkan gangguan pada janin secara langsung. Apalagi jika salah mengkonsumsi obat diare bisa menyebabkan keguguran.
4. Kekurangan energi
Pada ibu hamil yang sudah masuk pada usia kehamilan trisemester kedua dan ketiga bisa menyebabkan gangguan pada ibu hamil sendiri. Hal ini disebabkan karena pada semester tersebut ibu hamil sedang membutuhkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan semester sebelumnya. energi yang cukup pada ibu hamil ini bisa membuat perkembangan bayi di dalam perut berjalan lebih optimal.
5. Gangguan pertumbuhan bayi
Pertumbuhan bayi di dalam perut terkontrol oleh aliran darah yang mengalir ke dalam tubuh bayi. Namun karena adanya gangguan akibat ibu kekurangan cairan tubuh, secara otomatis juga akan berpengaruh pada perkembangan janin itu sendiri. Selain itu, diare juga menghambat pemberian asupan nutrisi kepada bayi, sehingga bayi bisa mengalami kekurangan nutrisi sehingga resiko lahir cacat lebih tinggi.



https://hamil.co.id/kehamilan/kesehatan-bumil/bahaya-diare-pada-ibu-hamil


http://www.alodokter.com/penyebab-dan-obat-diare-untuk-ibu-hamil