--------------------------------> Proses Aqiqah di Aqiqah Plus <------------------------------

Jumat, 19 Januari 2018

ibu hamil rhesus negatif

Filled under:

ibu hamil rhesus negatif

Masing-masing individu manusia mempunyai variasi golongan darah seperti A, B, AB, atau O dan faktor Rh positif (+) atau negatif (-). Faktor Ras juga sangat berpengaruh, orang Asia dan Afrika sekitar 90% mempunyai Rh (+). Sebaliknya orang kulit putih atau orang Eropa dan Amerika kebanyakan memiliki Rh (-). Kasus Rh negatif lebih banyak ditemui pada orang-orang asing atau mereka yang memiliki garis keturunan asing, seperti Eropa dan Arab. Meski di Indonesia jarang ditemuai tetap masih ada saja terjadi.
Dampak buruk bagi kesehatan menjadi timbul jika ibu hamil memiliki Rh (-) sementara ayah Rh (+). Dalam kondisi seperti ini, si bayi bisa saja memiliki darah dengan Rh (+) atau Rh (-). Namun, biasanya bayi akan mewarisi Rh (+) karena lebih bersifat dominan. Janin bisa memunyai Rh yang berbeda dengan Rh ibunya. Bila ini terjadi akan terjadi ketidakcocokan Rh bayi dengan ibu atau disebut erythoblastosis foetalis.
Ketidakcocokan atau inkompatibilitas Rh
o   Ketidakcocokan atau inkompatibilitas Rh ini bisa berakibat gangguan pada janin berupa keguguran berulang atau kematian janin.
o   Perbedaan Rh antara ibu dengan bayi membuat tubuh ibu memproduksi antirhesus untuk melindungi tubuh ibu tetapu sebaliknya bisa menggangu bayi. Rh darah janin akan masuk melalui plasenta menuju aliran darah ibu. Melalui plasenta itu juga, antirhesus yang diproduksi ibu akan menyerang si calon bayi. Antirhesus lalu akan menghancurkan sel-sel darah merah calon bayi.
o   Kerusakan sel darah merah bisa mengakibatkan kuning tinggi (hiperbilirubin) yang mengakibatkan kerusakan otak, gagal jantung, dan anemia dalam kandungan maupun setelah lahir.
o   Pada kehamilan pertama, antirhesus kemungkinan hanya akan menyebabkan bayi terlahir kuning. Hal ini lantaran proses pemecahan sel darah merah menghasilkan bilirubin yang menyebabkan warna kuning pada bayi.
o   Pada kehamilan selanjutnya gangguan yang terjadi lebih berat. Antirhesus ibu akan semakin tinggi pada kehamilan kedua.

Penanganan Kehamilan dengan Kelainan Rh
o   Bila jenis Rh ibu negatif dan sudah terjadi antibodi pada ibu harus dilakukan penanganan dan pengamatan khusus pada janin atau bayi yang akan dilahirkan. Jika antirhesus itu belum terbentuk, pada usia kehamilan 28 minggu dan 72 jam setelah persalinan, ibu akan diberi injeksi anti-D immunoglobulin (RhoGam).
o   Jika antirhesus sudah timbul maka harus dilakukan monitoring dan pengamatan lebih cermat pada pekembangan janin khususn fungsi pernafasan dan peredaran darah, cairan paru-paru, atau pembesaran hati yang merupakan gejala-gejala akibat rendahnya sel darah merah.
o   Gangguan ketidakcocokan rhesus yang paling sering terjadi adalah kuning pada bayi baru lahir. Kuning atau jaundice pada bayi yang diakibatkan karena ketidakcocokan rhesus ini biasanya mengakibatkan npemecahan sel darah merah sehingga nilai bilirubin sangat tinggi. Kuning yang sangat tinggi atau biasanya nilai bilirubin di atas 20 mg% bisa berdampak terjadi hiperbilirubinemia ensefalopati. Gangguan ini mengakibatkan gangguan pada otak bayi dengan gejala kejang, bayi tidak menangis dan tidak mau minum. Bila bayi bisa diselamatkan maka bisa berdampak buruk pada tumbuhb kembangnya saat dewasa nanti seperti gangguan pendengaran, kecacatan dan gangguan perkembangan lainnya.

Pencegahan
o   Deteksi dini faktor Rhesus, sebelum kehamilan atau saat kehamilan awal sangat bermanfaat dan penting. Selain ibu hamil, calon ayah pun harus dilibatkan dalam pemeriksaan Rhesus.
o   Bila golongan darah ibu dan ayah diketahui pasti maka resiko komplikasi bahaya kesehatan bagi janin bisa diminimalkan.

https://klinikanakonline.com/2011/03/21/ibu-hamil-rhesus-negatif-berdampak-buruk-pada-bayi/