Sabtu, 20 Januari 2018

Ibu hamil yang menyusui bayi apakah bahaya

Filled under:

Ibu hamil yang menyusui bayi apakah bahaya

Bahaya Memberi ASI Saat Hamil Bagi Janin dan Ibu Hamil
Bahaya memberi asi saat hamil harus anda pertimbangkan karena dapat berpengaruh pada janin dan ibu hamil. Menjaga jarak kehamilan pada anak pertama hingga usianya 5 tahun adalah keputusan yang paling bijaksana, karena pada saat anda hamil lagi, secara psikologis cara berfikir anak pertama anda sudah mandiri, bisa diandalkan untuk menjaga adiknya ketika sudah lahir dan tentunya karena usia 5 tahun sudah tidak menyusui lagi.
Menyusui pada saat hamil sebenarnya kurang baik bagi kesehatan karena akan berpengaruh pada kualitas ASI dan janin yang dikandung. Inilah penjelasannya.
1.     Aktivitas menyusui saat kondisi sedang hamil dapat memicu produksi hormon Oksitosin meningkat dan mengalami kontraksi yang menyebabkan rahim dan payudara terasa nyeri dan rasa tidak nyaman pada  bagian dada.


2.     Kualitas produksi ASI dapat berkurang dan menurun manfaatnya karena pada saat hamil hormon estrogen mengalami peningkatan  yang mengakibatkan tubuh  kesulitan untuk mengubah sari makanan  guna memperbanyak jumlah ASI. Perbanyak makanan yang banyak mengandung serat, flavonoid dan magnesium agar Produksi ASI selalu seimbang.


3.     Ibu akan mengalami dehidrasi karena kelelahan dan sering haus, solusinya perbanyak minum air putih untuk mencegah keadaan ini. Bila terus berlanjut tubuh ibu akan terserang masuk angin. Kurang minum dapat memperburuk kualitas ASI dan kesehatan plasenta bayi.


4.     Ibu berpotensi terserang ketidakstabilan emosional dan stres yang menyebabkan ibu kesulitan mendapatkan kualitas tidur yang baik. Ibu yang sedang hamil cenderung kurang istirahat karena kadang harus terbangun pada malam hari karena sering buang air kecil dan ketika bayi mengalami pergerakan dan menyebabkan kontraksi ( baca : Bahaya sering emosi saat hamil).


5.     Ibu dan bayi akan mengalami kekurangan asupan gizi yang memadai karena nutrisi makanan terbagi untuk menyusui, untuk bayi dalam kandungan dan untuk ibu sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan terganggunya perkembangan janin. Perbanyaklah makan makanan yang banyak mengandung serat, protein dan antioksidan agar nutrisi tercukupi.


6.     Menyusui ketika hamil mempunyai resiko terjadinya keguguran pada kehamilan dibawah 4 bulan apalagi pada ibu yang mempunyai rahim lemah atau jika ibu mempunyai riwayat keguguran sebelumnya. Gejala awal yang akan dialami ibu adalah ada kontraksi pada rahim secara berulang, sakit dan pegal pegal pada bagian bawah pinggul yang di iringi keluarnya lendir darah, segeralah hubungi dokter agar dilakukan penguatan rahim untuk mencegah keguguran.


7.     Bahaya memberi asi saat hamil selanjutnya dapat mengakibatkan tubuh lemas. Menyusui ketika hamil dapat menyebabkan tubuh lemas dan terserang anemia jika tidak di imbangi dengan mengkonsumsi banyak makanan yang kaya dengan zat besi dan tidur yang cukup.


8.     Menyusui ketika hamil dapat menjadikan air susu menjadi keruh dan mempunyai kualitas rasa yang kurang disukai bayi yaitu berkurangnya rasa manis dan gurih. Itu menandakan nutrisi pada ASI kurang memadai. Ini disebabkan karena asupan gizi seimbang ibu yang tidak terpenuhi selama hamil dan menyusui. Anak yang tidak mendapat kepuasan ketika menyusui,  dampak yang akan terjadi adalah anak akan rewel, terus menerus menangis dan membuat ibu menjadi terserang stres dan sakit kepala.


9.     Menyusui ketika hamil jika ibu tidak mengkonsumsi makanan yang berstandar kesehatan 4 sehat 5 sempurna maka pertumbuhan dan perkembangan janin akan terhambat. Menyebabkan bayi bisa lahir dengan prematur.
10.  Saat kondisi hamil tetapi masih menyusui lama kelamaan daerah puting payudara akan mengalami kepekaan rangsangan berupa rasa nyeri dan kontraksi otot payudara yang tegang.


Ambilah posisi yang nyaman ketika sedang menyusui. Pertimbangkan posisi anak jangan sampai kedua kakinya dapat melakukan gerakan yang membahayakan pada perut dan rahim ibu.
Merencanakan kehamilan lebih mudah daripada menjalankan kehamilan ketika masih menyusui balita yang belum bisa disapih. Perlu pertimbangan yang matang untuk menghindari hal hal yang tidak dinginkan.

Ada beberapa alasan yang bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum ingin merencanakan program hamil.
·       Untuk alasan efisien sebaiknya hamil lagi pada saat anak sudah bisa di sapih, agar ibu tidak merasa kelelahan dan kerepotan dalam merawat si buah hati dan kesehatan janin.
·       Untuk alasan kesehatan, ibu akan lebih fokus pada kesehatan janin yang sedang dikandung jika tidak sedang ada program menyusui anak,  itu disebabkan karena ibu mendapatkan suasana hati yang lebih nyaman
·       Memperhitungkan tentang kondisi kesiapan mental ibu untuk kehamilan tetapi masih menyusui agar tidak menimbulkan stres saat hamilberkepanjangan.

·       Perhitungkan dan pertimbangkan tentang anak anda yang masih membutuhkan perhatian lebih agar ketika hamil nanti perhatian anda tidak berkurang.

·       Pertimbangkan jika anak anda belum bisa beradaptasi dan belum bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri. karena anak yang masih sering rewel dan menangis sulit untuk mengerti akan kehamilan anda.
·       Pertimbangkan tentang riwayat penyakit pernah ada atau tidak seperti penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Jika kadar gula dalam darah meningkat atau terserang hipertensi sebaiknya urungkan dulu untuk program hamil.

·       Pertimbangkan pula tentang usia ibu yang mungkin sudah melewati 35 tahun, agar lebih berhati hati jika ingin hamil lagi, karena di usia itu  rentan sekali terjadi pendarahan dan keguguran disebabkan karena kekuatan otot rahim mulai berkurang, Langkah terbaik sebelumnya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan.

·       Pertimbangkan tentang rahim yang seharusnya diberi istirahat yang cukup. Untuk melaksanakan program Keluarga Berencana waktu  5 tahun sebelum ingin merencanakan hamil kembali adalah waktu yang paling ideal karena pada kondisi itulah tubuh benar benar berada pada kondisi yang kuat, mental siap dan rahim pun dalam keadaan subur dengan jaringan otot yang kuat.

Sebenarnya boleh atau tidak menyusui ketika hamil?


·       Memberi ASI pada saat hamil sebenarnya diperbolehkan selama ibu bisa menjaga kesehatan tubuh dengan rajin mengkonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Jika ibu merasa kesulitan dan belum siap hamil sambil menyusui maka akibat yang harus diterima sebagai konsekwensinya adalah ibu akan mengalami depresi, produksi ASI akan menurun, kontraksi rahim, terjadi keguguran dan lain lain seperti yang telah dijelaskan di atas.
·       Sebelum ingin menjalani program hamil lagi lebih baik tunggulah anak anda berumur setidaknya 5 atau 6 tahun, karena di umur itulah anak sudah sekolah dan telah mampu beradaptasi atas lingkungannya dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri sehingga tidak terlalu merepotkan ibu.
Bagi ibu muda yang baru hamil anak pertama mengikuti program keluarga berencana adalah keputusan yang baik jika ingin memiliki anak dengan jarak kehamilan yang ideal yang akan berimbas pada terciptanya keluarga kecil yang nyaman dan mudah untuk diterapkan kedisiplinan.
Tidak ada yang lebih bijak yang harus dilakukan ibu kecuali mempertimbangkan segala dampak buruk yang kemungkinan terjadi sebelum benar benar ingin merencanakan program hamil untuk anak kedua, ketiga dan seterusnya dalam kondisi masih menyusui.

https://hamil.co.id/kehamilan/kesehatan-bumil/bahaya-memberi-asi-saat-hamil