Jumat, 07 Desember 2018

Merawat Bayi Cacar Air

Filled under:


Merawat Bayi Cacar Air
Cacar air adalah penyakit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun, namun tidak jarang penyakit ini akan menimbulkan masalah pada ibu hamil, bayi yang baru lahir, remaja dan dewasa, serta orang-orang yang memiliki ketahanan imun rendah. Cacar air pada anak bukanlah kondisi medis yang kritis. Namun, anak yang terjangkit cacar biasanya harus dikarantina di rumah agar tidak menularkan virus cacar pada orang lain

Apa ciri dan gejala cacar air pada anak?

Ciri dan gejala cacar air pada anak yang harus Anda perhatikan, yaitu:
Ø  Bentol-bentol kecil kemerahan yang perlahan menebal dan terisi cairan
Ø  Setelah 1-2 hari, bintil mengering, mengelupas, dan menjadi koreng
Ø  Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya
Ø  Diameter bintil tidak lebih dari 0.5 cm
Ø  Ruam kemerahan yang muncul biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari
Ø  Demam. Semakin banyak bintil cacar yang mucul, semakin tinggi demam. Namun, anak Anda mungkin tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika bintil yang muncul tidak terlalu parah.
Ø  Ruam juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin
Ø  Anak Anda terkena kontak dengan anak penderita cacar air 10-21 hari sebelumnya
Jika anak Anda menunjukkan gejala yang berbeda, hubungi dokter. Umumnya diagnosis cacar air pada anak terbilang mudah.
Bintil cacar baru akan muncul setiap hari selama 4-5 hari. Demam yang mengikuti cacar biasanya akan berada di angka tertinggi pada hari ketiga atau keempat. Anak-anak akan mulai merasa baikan dan demam akan menurun setelah bintil cacar perlahan menghilang. Rata-rata seorang anak akan mendapatkan 400-500 bintil cacar.
Cacar air sangat mengganggu penampilan. Tugas Anda sebagai orangtua adalah terus yakinkan anak Anda bahwa luka cacar hanyalah sementara dan akan cepat menghilang. Cacar air tidak meninggalkan bekas luka permanen, kecuali jika bintil cacar air terinfeksi dengan impetigo atau anak Anda terus menerus menggaruk bentolnya. Namun, bekas luka cacar membutuhkan waktu setidaknya 6 – 12 bulan sampai benar-benar hilang.
Cacar air biasanya akan hanya akan terjadi sekali, dan setelahnya anak Anda akan membangun imunitas terhadap virus cacar yang akan bertahan seumur hidup. Sangat jarang adanya kasus cacar air yang kambuh lagi pada saat dewasa.

Bagaimana cara mengatasi cacar air pada anak?

Tips mengatasi cacar air dan mengurangi rasa gatal yang Anda bisa lakukan sendiri di rumah, termasuk:

1.      Berendam air dingin

Air dingin bertindak sebagai kompres yang meringankan rasa gatal dan kemerahan akibat cacar. Minta anak Anda untuk berendam air dingin setidaknya selama 10 menit setiap empat jam sekali pada beberapa hari pertama ia terkena cacar air. Berendam aman dilakukan sebagai terapi rumahan karena cacar menular hanya melalui udara, bukan air.
Untuk melindungi bintil cacar agar tidak pecah, jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering. Setelah mandi, Anda bisa aplikasikan bedak dingin (calamine) untuk meringankan gatal. Atau, kompres bintil-bintil cacar dengan es batu. Jika anak Anda mengeluhkan gatal yang amat sangat sehingga mengganggu tidur, berikan obat antihistamin yang dijual bebas di apotek.

2.      Redakan demam

Berikan anak Anda acetaminophen untuk beberapa hari pertama jika ia menunjukkan gejala demam, namun jangan berikan ibuprofen. Ibuprofen ditakutkan menyebabkan risiko efek samping infeksi strep parah. Jangan pula berikan aspirin pada balita dan anak kecil yang terjangkit cacar air, akibat efek samping sindrom Reye.

3.      Makanan dingin

Bentol cacar air pada anak juga bisa ditemukan dalam mulut dan tenggorokan. Rasa panas dan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh ruam kemerahan akan menyebabkan anak Anda sulit makan. Berikan pilihan makanan halus dan dingin (es krim, telur, puding, agar-agar, kentang tumbuk). Hindari memberikan makanan asin dan buah-buahan asam untuk sementara waktu.

4.       Untuk bayi yang terkena cacar, berikan minum dari sippy cup dan bukan dari botol

Dot botol akan menyebabkan nyeri dalam mulut makin parah. Jika anak Anda berusia empat tahun ke atas dan mengeluhkan rasa sakit dalam mulut yang tidak tertahankan, anjurkan ia untuk berkumur dengan sesendok antasid cair dan lakukan empat kali sehari setelah makan.

5.       Mengatasi nyeri pada kelamin akibat cacar air pada anak

Nyeri akibat cacar air umum terjadi pada organ intim dan dapat sangat menyakitkan bagi anak Anda. Jika anak Anda (perempuan, terutama) mengeluhkan rasa sakit yang tidak tertahankan hingga menahan buang air kecil, oleskan anestesi lokal berupa salep yang mengandung xylocaine 2.5% (biasanya obat ini dijual bebas) di vaginanya sesering mungkin, setiap 2-3 jam sekali, untuk meringankan rasa nyeri. Berendam air dingin juga akan sangat membantu.

6.       Cegah anak agar tidak menggaruk

Untuk mencegah infeksi bakteri, gunting kuku anak Anda. Jangan lupa pula untuk selalu cuci tangan dengan sabun antibakteri. Jangan biarkan anak Anda menggaruk dan mengorek bintil cacar, terutama pada wajah. Untuk bayi yang belum bisa mengontrol diri, sebaiknya bungkus tangannya dengan sarung tangan bayi.

7.       Karantina anak di rumah

Anak yang terjangkit cacar dapat menularkan virusnya ke anak-anak lain di sekitarnya, terutama di hari-hari pertama mereka terkena cacar. Untuk menghindari penularan, istirahatkan anak Anda di rumah setidaknya selama seminggu. Lebih dari itu, anak Anda sudah dapat kembali ke sekolah dan menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak usah khawatir walaupun pengelupasan masih tampak di kulitnya, proses ini tidak menular dan akan berhenti dengan sendirinya dalam 2 minggu.
Untuk menghindari penularan, jangan bawa anak Anda ke rumah sakit atau tempat praktik dokter anak. Jika benar-benar dibutuhkan, titipkan anak sementara di dalam mobil bersama pengasuhnya selagi Anda menunggu antrian. Hindari menempati anak yang terjangkit cacar air berdekatan atau seruangan dengan ibu hamil yang tidak terjangkit cacar pada trimester pertamanya. Virus cacar membawa risiko pada janin yang dikandungnya.

8.       Hindari paparan sinar matahari

Bintil cacar dapat muncul di tempat-tempat yang terkena kontak langsung sinar matahari.

9.       Acyclovir

Acyclovir adalah obat antivirus oral yang digunakan untuk mengobati cacar air. Obat ini hanya akan membantu jika mulai diberikan dalam waktu 24 jam setelah gejala pertama cacar air tampak. Menurut sejumlah penelitian, acyclovir dapat mengurangi jumlah bintil cacar hingga 20% dan mempersingkat waktu sakit. Namun, tingkat komplikasi cacar air tidak dapat dikurangi. Acyclovir harus digunakan rutin selama lima hari berturut-turut. Obat ini dilaporkan memiliki sedikit efek samping.
Anak-anak yang terjangkit cacar air namun juga memiliki defisiensi sistem imun, mengonsumsi steroid, atau memiliki penyakit kulit atau paru kronis harus ditangani dengan acyclovir. Beberapa dokter akan meresepkan acyclovir untuk orang dewasa, remaja, dan dewasa muda. Namun, kebanyakan dokter tidak akan menggunakan acyclovir pada anak yang sehat.

Kapan harus ke dokter?

Segera hubungi dokter, jika:
1.       Anak Anda sulit untuk dibangunkan dari tidur atau terbangun kebingungan (hubungi 112)
2.       Timbul belang kemerahan pada kulit anak Anda, atau area kulit yang melunak
3.       Timbul ruam merah berbintik seperti penyakit skarlatina (scarlet fever)
4.       Anak Anda kesulitan berjalan
5.       Anak Anda mengeluhkan kaku leher
6.       Anak Anda kesulitan bernapas
7.       Mual dan muntah yang terjadi lebih dari tiga kali
8.       Terjadi perdarahan pada bintil cacar
9.       Anak Anda terlihat sangat pucat kesakitan dan kelelahan
10.    Demam berlangsung lebih dari 4 hari
11.    Gatal semakin parah dan tidak bereaksi terhadap pengobatan
12.    Anak Anda tidak kunjung merasa baikan
Hubungi dokter dalam 24 jam, jika:
v  Bintil tampak melunak dan mengeluarkan nanah
v  Bintil membesar (untuk sementara waktu, berikan salep antibiotik nonresep sampai Anda merasa perlu akan kunjungan dokter)
v  Salah satu kelenjar getah bening membesar dan melunak
v  Anak Anda terkena cacar air, namun tidak pernah menerima vaksin cacar atau mengidap cacar sebelumnya
v  Anda merasa perlu mengunjungi dokter anak

Bagaimana cara mencegah cacar air oada anak?

Pencegahan cacar air dilakukan dengan pemberian vaksin cacar (imunisasi). Vaksin juga dapat diberikan untuk meringankan tingkat keparahan cacar air pada anak yang sedang terjangkit cacar air. Berikan vaksin selambat-lambatnya lima hari setelah kontak pertama dengan virus. Untuk mendapatkan vaksin, hubungi dokter anak Anda.
https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/cacar-air/

----------------Kambing Guling, Sajian Elegant Untuk Moment Spesialmu----------